Perubahan adalah hal yang pasti terjadi. Zaman pasti berubah, dengan orang-orang yang berbeda di setiap zamannya. Walaupun sejarah bisa terulang, tapi pemerannya pasti berbeda, skenario bisa lebih dramatis, dan akhir dari cerita bisa happy ending atau bahkan sad ending. Namun, hal yang perlu dipertanyakan adalah apakah setiap orang di zaman itu siap berubah? Apakah orang yang mengisi perjuangan hidup di zaman itu menginginkan sebuah perubahan?
Improvement is begin from ‘I’. Perbaikan itu dimulai dari ‘saya’. Tak usah jauh-jauh berbicara perubahan bangsa Indonesia, tanyalah pada diri sendiri, apakah saya sudah memperbaiki diri menjadi lebih baik? Kasus korupsi yang merajalela sebenarnya bermula dari kebobrokan individu para pejabat, baik moral dan tingkah laku. Mereka mengaku beragama, tapi tidak menjalani hakikat dari agama itu sendiri. Mereka menjadikan diri mereka sebagai budak dunia, budak hawa nafsu. Ya sudah, sepertinya masalah korupsi akan menjadi perbincangan yang panjang.
Mari kita tengok pada lingkungan di mana kita menimba ilmu. Fakultas Teknik, fakultas yang menjadi motor pergerakan mahasiswa. Fakultas yang menggaungkan pembinaan berkelanjutan, yang selalu menitikberatkan pada esensi dan bentuk konkret sebuah tindakan. Kembali bertanya, apa yang sudah berubah di Fakultas Teknik? Apakah hanya dari segi infrastuktur? Kantek yang lebih elegan, halaman yang dipenuhi dengan gazebo namun lahan terbuka hijau semakin berkurang, dan perubahan fisik lainnya yang dapat langsung dilihat. Namun, apa yang terjadi dalam tubuh IKM FTUI?
IKM FTUI adalah denyut kemahasiswaan di FTUI. Pernah ada isu pembekuan IKM FTUI, tapi nyatanya banyak yang kontra. Banyak mahasiswa yang bangga dengan predikat IKM aktif dan merasakan keberadaan IKM FTUI. Namun tak sedikit mahasiswa, yang skeptis terhadap dunia kemahasiswaan. Dan mungkin ada segelintir orang yang apatis.
Saya ingin bertanya, pada para pembaca. Apa saja yang sudah berubah dari IKM FTUI? Ada yang bisa menjawab? Sistem sudah berubah, yaitu periodesasi menjadi Januari-Desember mulai tahun 2008. Artinya, periodesasi akan mengubah sistem kemahasiswaan di IKM FTUI. Apakah itu terbukti? Menurut saya, hanya di atas kertas saja IKM FTUI berubah. Mungkin, karena faktor ketidaksiapan yang mengakibatkan perubahan sistem ini menjadi sesuatu yang menghambat dan menyulitkan.
Sejatinya, perubahan tidak hanya dari fisik saja. Mental dan pola pikir pun harus ikut berubah. Tidak ada artinya, hasil dari Muker VI dengan segala perubahannya, tapi ternyata tidak menyentuh pada perubahan mental dan pola pikir. Tahun 2008 adalah tolak ukur dari perubahan itu. Lembaga IKM FTUI periode 2008 harus belajar merangkak kemudian berjalan, layaknya seorang bayi. Kemudian, semoga menjadi bahan pelajaran bagi tahun berikutnya.
Benturan dan lika liku perjalanan terus menghadang dengan semua perubahan yang harus dihadapi. Seharusnya, semua dilakukan dengan sepenuh hati. Bagi para aktivis, tentunya mengetahui lagu Totalitas Perjuangan. Ya, butuh totalitas dalam melaksanakan tanggungjawab. Totalitas di sini adalah kita ikhlas menjalankan amanah kemahasiswaan.
Saya tidak merasa menjadi yang paling benar. Tapi, saya menginginkan adanya semangat baru, yaitu semangat perubahan di tubuh IKM FTUI. Lembaga tidak hanya membuat proker yang itu-itu saja, atau hanya karena alasan culture. Seharusnya, proker yang disediakan lembaga sesuai dengan kebutuhan warga, sesuai dengan zamannya. Bukan karena “tahun lalu begitu”, lalu sama persis mengadakan acara tersebut. Jangan jadi bebek, yang selalu mengikuti dan mengekor. Tapi, buatlah sesuatu yang baru dan bermanfaat.
Kepada para mahasiswa (FT), yang merindukan kejayaan. Kepada pewaris peradaban, yang telah menggoreskan sebuah catatan kebanggaan di lembar sejarah manusia. Wahai kalian yang rindu kemenangan, berubahlah menjadi lebih baik. Kepada penerus perjuangan ini, kembalikan kejayaan itu. Kisah-kisah zaman dahulu, di mana senior mendirikan IKM FTUI untuk sebuah persatuan dan persaudaraan. Bukan untuk arogansi, bukan untuk kebanggaan semata. Lebih dari itu, ketika kita berada di FTUI, berarti kita berada dalam rumah yang nyaman.
Perubahan tak menunggu waktu, namun tidak instan. Ada visi dan misi dalam perubahan, yang diejawantahkan dalam bentuk langkah-langkah pencapaian (proker). Perubahan diusung oleh pejuang yang militan. Pejuang militan itu akan ada setiap zamannya. Maka bersiap-siaplah untuk menghadapi dan melakukan perubahan selanjutnya. Keluarlah dari pola pikir lama, masuklah ke dalam pola pikir yang baru. Tunggu apa lagi untuk berubah? Are you ready???
-ef-